Author Archives: Achmad

Jenis-Jenis Pesawat Terbang Komersial

Apakah Anda pernah menggunakan transportasi udara untuk bepergian ke suatu tempat? Jika iya, apakah Anda tahu jenis pesawat komersial yang Anda tumpangi? Jika tidak tahu jawabannya, tidak perlu khawatir karena di bawah ini Anda bisa mengenal dan mempelajari jenis pesawat terbang komersial yang biasa dipakai oleh maskapai-maskapai penerbangan baik di dalam maupun luar negeri:

Narrow body aircraft

Narrow body aircraft

Pesawat komersial berukuran tubuh ramping ini digunakan untuk penerbangan regional, domestik, atau antar negara yang tidak begitu jauh, seperti Indonesia-Malaysia, Indonesia-Singapura, atau Indonesia-Brunei Darussalam. Pada umumnya, pesawat ini dapat dibedakan berdasarkan baris tempat duduknya (abreast), yaitu seven-abreast, six-abreast cabin, five-abreast cabin, four-abreast cabin, dan three-abreast cabin. Lebar kabin pesawat ini adalah 3 sampai 4 meter dan hanya memiliki satu lorong. Untuk konfigurasi tempat duduknya sendiri adalah 3-3, 2-3, 2-2, atau 1-1. Untuk kombinasi tempat duduk 1-1 digunakan untuk jet pribadi yang dapat menampung kurang dari 250 orang.

Adapun beberapa contoh dari pesawat komersial ini adalah Boeing 707, Sukhoi SSJ 100, Boeing 717, Convair 880 dan 990, Fokker 100, Antonov 148, dan McDonnell Dauglas DC-9.

Wide body aircraft

Wide body aircraft

Seperti namanya, pesawat komersial satu ini memiki ukuran tubuh dua kali lipat dibanding narrow body aircraft. Bayangkan saja, lebar pesawat ini lebih dari 20 kaki dengan diameter pesawat mencapai 6 meter. Ada dua lorong di dalam pesawat yang memiliki izin terbang trans-atlantik dan trans-kontinental ini. Ini artinya pesawat jenis ini mampu digunakan untuk menempuh perjalanan antar benua. Kapasitas pesawat ini bisa mencapai 850 penumpang. Adapun konfigurasi tempat duduk di dalam pesawat adalah 3-4-3 atau 4-4-2. Btw, karena ukurannya yang besar, pesawat ini tidak bisa mendarat di landasan pacu yang pendek. Setidaknya dibutuhkan landasan pacu sepanjang 1.800 meter atau lebih.

Untuk contoh wide body aircraft sendiri banyak didominasi oleh pesawat Airbus, seperti Airbus A300, A330, A340, A350, dan A380. Pesawat Boeing juga ada, seperti Boeing 747, 767, 777, dan 787 Dreamliner. Contoh pesawat lainnya adalah IIyusin II-86 dan II-96, L1011 Tristar, dan MD DC-10.

Perintis aircraft

Perintis aircraft

Untuk jenis pesawat yang satu ini mungkin Anda pernah mendengarnya? Yup, pesawat Perintis adalah jenis pesawat komersial yang berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan dua jenis pesawat komersial sebelumnya. Berat pesawat ini kurang dari 6 ton. Kapasitas penumpang juga hanya untuk belasan orang saja. Meskipun begitu, pesawat ini sudah digunakan sejak penjajahan karena alasan kepraktisan. Mengapa? Pesawat ini tidak memerlukan landasan yang panjang dan beraspal. Landasan tanah yang berukuran pendek bisa digunakan untuk mendaratkan atau melepas landaskan pesawat ini.

Di Indonesia sendiri, pesawat Perintis digunakan untuk menyalurkan barang-barang ataupun mengangkut orang dari dan ke daerah terpencil, seperti Papua. Perusahaan yang memproduksi pesawat jenis ini adalah Cessna, Beechcraft, dan Grumman. Contoh pesawat Perintis yang banyak dipakai di tanah air adalah Piagio Avanti II P180, Cessna Grand Caravan Executive, Pilatus PC-6 Turbo Porter, Tractor AT802 Fuel Hueler, Dornier 228, dan Diamon DA-42 Twin Star.

Alasan Pilih Perkasa Flight School

Saat ini, ada banyak sekolah pilot yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dua di antaranya adalah Mandiri Utama Flight Academy Banyuwangi dan Perkasa Flight School. Kedua sekolah penerbangan ini sudah memiliki izin resmi dan diakui oleh pemerintah. Meskipun bukan sekolah bersubsidi, baik sekolah pilot MUFA maupun Perkasa tetap menyediakan fasilitas memadai untuk semua siswa yang belajar dan berlatih di sana. Btw, apakah Anda tertarik untuk sekolah di salah satu flying school ini? Jika iya, apa pilihan Anda? Jika pilihan Anda adalah Perkasa Flight School, itu bisa menjadi pilihan yang tepat. Mengapa? Berikut alasannya:

Perkasa flight school 1Memiliki 4 bandar udara untuk latihan

Berbeda halnya dengan sekolah-sekolah pilot swasta lainnya yang hanya memiliki satu atau dua bandar udara latihan, Perkasa Flight School memiliki 4 bandara untuk latihan, yaitu Bandara Tunggul Wulung, Nusawiru, Raja Haji Fissabilillah, dan H.A.N Hanandjoedin. Perlu diketahui bahwa semakin banyak bandara yang dijadikan tempat latihan, maka dijamin tidak ada siswa yang terlambat untuk latihan menerbangan pesawat. Latihan akan diadakan sesuai jadwal di empat tempat sehingga tidak ada jadwal yang saling mendahului dan membuat latihan tertunda.

Coba bayangkan saja jika sekolah pilot membuat banyak jadwal latihan penerbangan dan ternyata bandara tidak dapat dipakai karena ada masalah teknis atau jadwal penerbangan komersial sedang padat. Dapat dipastikan bahwa latihan akan tertunda. Mungkin terdengar sepele tapi sadari bahwa tertundanya latihan dalam waktu yang lama dapat menunda jadwal kelulusan siswa. Tentu, tidak akan ada siswa yang mau terlambat lulus karena alasan latihan penerbangan yang tidak berjalan sesuai rencana.

Biaya yang dapat diangsur

Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk sekolah di sekolah penerbangan dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Ya, jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bagi orang tua dengan perekonomian menengah tentu hal ini membuat mereka kesulitan untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar guna menyekolahkan anaknya. Apalagi jika pihak sekolah pilot mewajibkan seluruh siswanya untuk melakukan satu kali pembayaran saja. Oleh karena itu, Perkasa Flight School memberikan kemudahan untuk setiap siswanya dalam melakukan pembayaran. Kemudahannya seperti apa? Pembayaran Perkasa flight school biaya bisa dicicil selama 4 kali.

Adapun cicilan tersebut dilakukan 1 minggu sebelum masuk pendidikan, 2 bulan setelah tahap 1, 2 bulan setelah tahap 2, dan 2 bulan setelah tahap 3. Untuk detail infonya bisa dicek di akun Google+ ini.

Instruktur yang profesional

Apa yang akan terjadi jika instruktur sekolah pilot tidak profesional dan hanya mementikan uang semata? Sudah dapat dipastikan para siswa akan merasa dirugikan karena pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menerbangkan pesawat tidak akan sehebat siswa-siswa lain yang dilatih oleh instruktur profesional. Parahnya, akan ada biaya-biaya tersembunyi yang diminta oleh para instruktur tidak profesional tersebut kepada para siswa sehingga pengeluaran para siswa terus membengkak. Kerugian ini tidak hanya berhenti di sini saja karena ketika para siswa lulus dan mengikuti tes di maskapai penerbangan, nama mereka pasti akan dicoret duluan karena pengetahuan dan kemampuan yang kalah jauh dari pelamar kerja lainnya. Tentu permasalahan ini sungguh tidak diharapkan.

Bagaimana dengan Perkasa Flight School sendiri? Untuk masalah instruktur, tidak perlu dikhawatirkan karena semua instruktur yang ada sudah sangat berpengalaman dan memiliki banyak jam terbang. Mereka sudah terlatih dan mampu menghandle banyak siswa sekaligus. Di samping itu, mereka juga tidak melakukan pemungutan uang liar kepada seluruh kadet.

Menjadi Instruktur Penerbangan

sekolah pilot 2Instruktur penerbangan merupakan salah satu profesi yang difavoritkan oleh sebagian besar orang. Selain mendapatkan gaji yang bisa menyentuh angka 15 juta rupiah atau bahkan lebih per bulannya, instruktur pilot juga bisa membantu perkembangan dan kemajuan dunia kedirgantaraan nasional dengan menciptakan lulusan-lulusan sekolah pilot yang berkualitas dan dapat bersaing dengan lulusan lainnya. Di samping itu juga, ada banyak intrusktur pilot yang masih bisa bekerja di tempat lain guna menambah penghasilan mereka. Hal ini disebabkan karena jam mengajar atau jam pelatihan mereka cukup fleksibel.

Apakah Anda tertarik untuk menjadi instruktur penerbangan? Jika iya, ada baiknya untuk mengikuti tips di bawah ini:

Miliki PPL, CPL, dan IR

Sebelum memiliki lisensi-lisensi ini, ada baiknya untuk tahu dulu apa itu PPL, CPL, dan IR. PPL (Private Pilot License) adalah lisensi pertama yang bisa Anda dapatkan dari sekolah penerbangan setelah Anda memiliki setidaknya 60 jam terbang. CPL (Commercial Pilot License) adalah lisensi yang akan Anda dapatkan setelah memiliki 200 jam terbang. IR (Instrument Rating) adalah lisensi terakhir yang harus didapatkan. Lisensi ini berguna untuk memastikan bahwa Anda bisa menerbangkan pesawat dalam kondisi buruk. Hanya butuh tambahan 20 jam terbang untuk mendapatkan lisensi ini setelah mendapatkan CPL.

Jika Anda sudah memiliki PPL, Anda sudah boleh menerbangan helikopter dan pesawat jet untuk tujuan pribadi pada siang hari. Sementara itu, jika sudah punya CPL, Anda sudah bisa menerbangkan pesawat komersial dan bisa mendapatkan gaji. Namun, jam terbang Anda masih terbatas sebelum Anda mendapatkan IR. Nah, kalo sudah punya IR, Anda boleh menerbangkan pesawat komersil baik siang atau pun malam hari. Sangat diharapkan untuk mendapatkan lisensi-lisensi ini dari sekolah pilot berkualitas guna mendapatkan jam terbang yang berkualitas pula. Maksudnya adalah jam terbang Anda tidak banyak digunakan untuk menunggu antrian menerbangkan pesawat. Apabila hal ini terjadi, Anda akan rugi sendiri karena pengalaman terbang menjadi sedikit.

Miliki setidaknya 250 jam terbang

sekolah pilot 1Salah satu tujuan memiliki 250 jam terbang adalah untuk mematangkan kemampuan menerbangkan pesawat. Bayangkan bagaimana jadinya jika Anda minim jam terbang dan harus mengajari para siswa sekolah pilot. Sudah dapat dipastikan, Anda tidak akan bisa mengajar secara maksimal karena masih kurang berpengalaman. Semakin tinggi jam terbang yang dimiliki, maka semakin banyak pengalaman yang bisa didapatkan. Hal ini sangat berguna untuk menunjang kinerja Anda selama bekerja sebagai instruktur pilot nantinya.

Daftarkan diri ke sekolah pilot terpercaya

Di Indonesia sendiri, ada setidaknya 10 sekolah pilot yang bisa Anda jadikan tempat untuk melamar pekerjaan ini. Ada Aero Flyer Institute, Proflight Pilot School, Dirgantara Pilot School, Nusa Flying International, Bali International Flight Academy, Deraya Flying School, Bandung Pilot Academy, Alfa Flying School, dan ATKP Surabaya. Tinggal pilih mana sekolah penerbangan yang cocok dan baik untuk Anda. Pastikan setelah mengajukan surat lamaran, Anda mengikuti semua prosedur yang ada mulai dari mengikuti serangkaian tes tertulis sampai tes wawancara dan praktek menerbangkan pesawat atau menggunakan simulator.