Category Archives: Sekolah Pilot

Mengapa Pilih Sekolah Pilot Dirgantara?

Dirgantara-Pilot-School-Tasikmalaya-ZonaAeroAda belasan sekolah pilot di Indonesia yang bisa dijadikan pilihan untuk menuntuk ilmu dan menjadi jembatan mewujudkan cita-cita menjadi pilot. Meskipun begitu, tidak semua sekolah bisa dipercaya karena fasilitas yang kurang memadai, tenaga pengajar/instruktur yang tidak berpengalaman, program pendidikan yang terbatas, biaya sekolah yang terlalu kemahalan, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, calon siswa sekolah penerbagan diharapkan tidak asal pilih atau ikut-ikutan teman saja ketika memilih sekolah. Sebaiknya pilih sekolah yang sudah diakui pemerintah dan sudah berhasil mencetak pilot-pilot profesional. Apabila Anda bingung menentukan pilihan, pertimbangkan untuk memilih Dirgantara Pilot School Tasikmalaya (DPST).

Bandara pribadi

Tidak semua sekolah pilot memiliki bandara pribadi sehingga mereka mau tak mau harus berbagi landasan udara dengan maskapai penerbangan. Hal ini memang bukanlah hal yang sangat buruk tapi dengan begitu, schedule pelatihan penerbangan bisa terganggu karena harus antri dengan pesawat komersial yang mau take off atau landing. Di sekolah penerbangan Dirgantara, para kadet tidak perlu mengkhawatirkan kualitas jam terbang mereka karena sekolah ini sudah memiliki bandara pribadi yang bernama bandara Wiriadinata atau Cibeureum. Bandara ini memiliki landasan pacu lebih dari 1.000 meter dan tahun 2015 lalu diresmikan sebagai bandara komersial (sebelumnya hanya bandara militer).

Pesawat latihan dan simulator yang canggih

Pesawat latihan yang digunakan di flight school ini adalah Cessna 172. Pesawat ini mampu mengangkut maksimal 3 penumpang dan 1 kru. Pesawat single engine ini mampu terbang non stop sejauh kurang lebih 1,180 km dengan kecepatan 230 km/jam dan ketinggian 14,000 kaki di atas permukaan laut. Dengan demikian, para kadet bisa berlatih dengan maksimal saat menggunakan pesawat latihan ini. Untuk simulatornya sendiri, pihak sekolah menyediakan simulator canggih Redbird FMX 3 Axes. Adapun fitur-fitur standar pada perangkat ini adalah electric motion platform, portable instructor’s panel software, quick change cockpit configurations, dan lain sebagainya. Mesin ini mampu membantu para kadet untuk meningkatkan kemampuan dan belajar menerbangkan pesawat dengan visual yang mumpuni dan cerah. Tak heran apabila para pelajar menikmati setiap detik pelatihan dengan menggunakan simulator Redbird FMX 3 Axes.

Cicilan biaya pendidikan 15 kali

Rata-rata biaya pendidikan di flight school adalah 600-700 juta. Kebanyakan sekolah pilot mengharuskan siswa mereka untuk membayar tuition fee secara langsung guna menunjang fasilitas dan pelayanan di sekolah tersebut. Sayangnya, hal ini terbilang hanya bisa dipenuhi oleh siswa-siswi yang berduit saja. Ini merupakan masalah besar bagi siswa dengan orang tua yang mengalami masalah keuangan tiba-tiba. Tentu hal ini akan menjadi masalah besar untuk para kadet karena pihak sekolah akan menegur dan bahkan mengeluarkan siswa yang bersangkutan. Bayangkan bagaimana perasaan siswa dengan keputusan yang berat ini. Mereka bisa saja tertekan dan stres. Bagus bila pihak sekolah mau memberikan kesempatan, menawarkan program beasiswa, atau program ikatan kerja dinas di mana siswa bisa membayar biaya pendidikan setelah memperoleh pekerjaan. Bagaimana jika semua ini tidak ada? Siapa yang harus disalahkan?

Melihat hal ini, pihak sekolah pilot Dirgantara pun menawarkan program cicilan dari yang dulunya hanya 4 kali cicilan, kini sudah menjadi 15 kali cicilan. Bisa dibayangkan bagaimana hal ini sangat menguntungkan bagi siswa dan orang tua yang tidak perlu mengeluarkan dana dalam jumlah besar sekaligus.

Dengan mengetahui alasan mengapa pilih DPST, semoga Anda tidak ragu untuk mempercayai sekolah pilot ini.