Monthly Archives: October 2015

The Important of Quality before Choosing Pilot School

before Choosing Pilot SchoolThe desire to be appreciated by the surrounding environment and even the world, can get the goods classy, ​​and it can free the world around Indonesia even make some people settled on the pilot profession. It’s just not easy to be a high class of this profession. More than just a health need that is okay, perfect physical and slick English skills, healthy finances are also required to attend flying academy in Malaysia (like our facebook here) Indonesia, Philippine, or others an average offering more education costs less between IDR 500 to 800 million. In selecting the pilot schools, pilot schools are required to ensure that would have been had the quality. Know the importance of quality before selecting pilot schools, the following:

Avoid close school

The quality of the pilot schools are characterized by long operation age. The longer school pilot stands, would be highly recommended. Why? Ability to galvanize students to become professional pilots are highly experienced. Equally important, the pilot school with a long standing age can avoid school closures. The assumption, that the pilot school within five years survived mean management is not in doubt. Different if the pilot schools were still whole corn is still a big question mark, whether it can survive in the future or not?

Preventing pass longer

  • Adequate training aircraft
  • Exercise fly has its own or closely spaced

be a qualified pilot school two criteria. The purpose of selecting a school pilot with such criteria, none other than to prevent pass longer. Illustration like this, pilot schools have only three planes but their students more than 30 people. Means, one aircraft will be used ten people. Such conditions are not effective anymore making the cadet flight training must wait their turn. Should have at least 1 of the rules of air for 5 students. Pilot schools that shared training flights with airline first place that much can inhibit cadet flight training. Worse yet, the cadet will lose because they have to wait hours to fly aircraft of the airline take off or landing. If the flight training in different cities, the loss will double with the cost of transport.

Away from difficult to accept airline

True it is that the pilot school has a good prospect in Indonesia considering the main longer-quickness need to figure that experts in control of this air transport. However, do not rule out the pilot school graduates also going to be unemployed. Is It True? Why? This is because they are a pilot school graduates who are less qualified. The assumption, how the airline believes in the ability of graduate school if they were printed on poor pilot training aircraft, less experienced instructors, and still rest of the corn? Obviously, the airline will not release the budget for salaries in vain by hiring graduates who lack the ability.

Not to second-guess the quality of the pilot schools, if necessary, ask the school where the best pilots in this form.

Jenis-Jenis Pesawat Terbang Komersial

Apakah Anda pernah menggunakan transportasi udara untuk bepergian ke suatu tempat? Jika iya, apakah Anda tahu jenis pesawat komersial yang Anda tumpangi? Jika tidak tahu jawabannya, tidak perlu khawatir karena di bawah ini Anda bisa mengenal dan mempelajari jenis pesawat terbang komersial yang biasa dipakai oleh maskapai-maskapai penerbangan baik di dalam maupun luar negeri:

Narrow body aircraft

Narrow body aircraft

Pesawat komersial berukuran tubuh ramping ini digunakan untuk penerbangan regional, domestik, atau antar negara yang tidak begitu jauh, seperti Indonesia-Malaysia, Indonesia-Singapura, atau Indonesia-Brunei Darussalam. Pada umumnya, pesawat ini dapat dibedakan berdasarkan baris tempat duduknya (abreast), yaitu seven-abreast, six-abreast cabin, five-abreast cabin, four-abreast cabin, dan three-abreast cabin. Lebar kabin pesawat ini adalah 3 sampai 4 meter dan hanya memiliki satu lorong. Untuk konfigurasi tempat duduknya sendiri adalah 3-3, 2-3, 2-2, atau 1-1. Untuk kombinasi tempat duduk 1-1 digunakan untuk jet pribadi yang dapat menampung kurang dari 250 orang.

Adapun beberapa contoh dari pesawat komersial ini adalah Boeing 707, Sukhoi SSJ 100, Boeing 717, Convair 880 dan 990, Fokker 100, Antonov 148, dan McDonnell Dauglas DC-9.

Wide body aircraft

Wide body aircraft

Seperti namanya, pesawat komersial satu ini memiki ukuran tubuh dua kali lipat dibanding narrow body aircraft. Bayangkan saja, lebar pesawat ini lebih dari 20 kaki dengan diameter pesawat mencapai 6 meter. Ada dua lorong di dalam pesawat yang memiliki izin terbang trans-atlantik dan trans-kontinental ini. Ini artinya pesawat jenis ini mampu digunakan untuk menempuh perjalanan antar benua. Kapasitas pesawat ini bisa mencapai 850 penumpang. Adapun konfigurasi tempat duduk di dalam pesawat adalah 3-4-3 atau 4-4-2. Btw, karena ukurannya yang besar, pesawat ini tidak bisa mendarat di landasan pacu yang pendek. Setidaknya dibutuhkan landasan pacu sepanjang 1.800 meter atau lebih.

Untuk contoh wide body aircraft sendiri banyak didominasi oleh pesawat Airbus, seperti Airbus A300, A330, A340, A350, dan A380. Pesawat Boeing juga ada, seperti Boeing 747, 767, 777, dan 787 Dreamliner. Contoh pesawat lainnya adalah IIyusin II-86 dan II-96, L1011 Tristar, dan MD DC-10.

Perintis aircraft

Perintis aircraft

Untuk jenis pesawat yang satu ini mungkin Anda pernah mendengarnya? Yup, pesawat Perintis adalah jenis pesawat komersial yang berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan dua jenis pesawat komersial sebelumnya. Berat pesawat ini kurang dari 6 ton. Kapasitas penumpang juga hanya untuk belasan orang saja. Meskipun begitu, pesawat ini sudah digunakan sejak penjajahan karena alasan kepraktisan. Mengapa? Pesawat ini tidak memerlukan landasan yang panjang dan beraspal. Landasan tanah yang berukuran pendek bisa digunakan untuk mendaratkan atau melepas landaskan pesawat ini.

Di Indonesia sendiri, pesawat Perintis digunakan untuk menyalurkan barang-barang ataupun mengangkut orang dari dan ke daerah terpencil, seperti Papua. Perusahaan yang memproduksi pesawat jenis ini adalah Cessna, Beechcraft, dan Grumman. Contoh pesawat Perintis yang banyak dipakai di tanah air adalah Piagio Avanti II P180, Cessna Grand Caravan Executive, Pilatus PC-6 Turbo Porter, Tractor AT802 Fuel Hueler, Dornier 228, dan Diamon DA-42 Twin Star.

Alasan Pilih Perkasa Flight School

Saat ini, ada banyak sekolah pilot yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dua di antaranya adalah Mandiri Utama Flight Academy Banyuwangi dan Perkasa Flight School. Kedua sekolah penerbangan ini sudah memiliki izin resmi dan diakui oleh pemerintah. Meskipun bukan sekolah bersubsidi, baik sekolah pilot MUFA maupun Perkasa tetap menyediakan fasilitas memadai untuk semua siswa yang belajar dan berlatih di sana. Btw, apakah Anda tertarik untuk sekolah di salah satu flying school ini? Jika iya, apa pilihan Anda? Jika pilihan Anda adalah Perkasa Flight School, itu bisa menjadi pilihan yang tepat. Mengapa? Berikut alasannya:

Perkasa flight school 1Memiliki 4 bandar udara untuk latihan

Berbeda halnya dengan sekolah-sekolah pilot swasta lainnya yang hanya memiliki satu atau dua bandar udara latihan, Perkasa Flight School memiliki 4 bandara untuk latihan, yaitu Bandara Tunggul Wulung, Nusawiru, Raja Haji Fissabilillah, dan H.A.N Hanandjoedin. Perlu diketahui bahwa semakin banyak bandara yang dijadikan tempat latihan, maka dijamin tidak ada siswa yang terlambat untuk latihan menerbangan pesawat. Latihan akan diadakan sesuai jadwal di empat tempat sehingga tidak ada jadwal yang saling mendahului dan membuat latihan tertunda.

Coba bayangkan saja jika sekolah pilot membuat banyak jadwal latihan penerbangan dan ternyata bandara tidak dapat dipakai karena ada masalah teknis atau jadwal penerbangan komersial sedang padat. Dapat dipastikan bahwa latihan akan tertunda. Mungkin terdengar sepele tapi sadari bahwa tertundanya latihan dalam waktu yang lama dapat menunda jadwal kelulusan siswa. Tentu, tidak akan ada siswa yang mau terlambat lulus karena alasan latihan penerbangan yang tidak berjalan sesuai rencana.

Biaya yang dapat diangsur

Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk sekolah di sekolah penerbangan dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Ya, jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bagi orang tua dengan perekonomian menengah tentu hal ini membuat mereka kesulitan untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar guna menyekolahkan anaknya. Apalagi jika pihak sekolah pilot mewajibkan seluruh siswanya untuk melakukan satu kali pembayaran saja. Oleh karena itu, Perkasa Flight School memberikan kemudahan untuk setiap siswanya dalam melakukan pembayaran. Kemudahannya seperti apa? Pembayaran Perkasa flight school biaya bisa dicicil selama 4 kali.

Adapun cicilan tersebut dilakukan 1 minggu sebelum masuk pendidikan, 2 bulan setelah tahap 1, 2 bulan setelah tahap 2, dan 2 bulan setelah tahap 3. Untuk detail infonya bisa dicek di akun Google+ ini.

Instruktur yang profesional

Apa yang akan terjadi jika instruktur sekolah pilot tidak profesional dan hanya mementikan uang semata? Sudah dapat dipastikan para siswa akan merasa dirugikan karena pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menerbangkan pesawat tidak akan sehebat siswa-siswa lain yang dilatih oleh instruktur profesional. Parahnya, akan ada biaya-biaya tersembunyi yang diminta oleh para instruktur tidak profesional tersebut kepada para siswa sehingga pengeluaran para siswa terus membengkak. Kerugian ini tidak hanya berhenti di sini saja karena ketika para siswa lulus dan mengikuti tes di maskapai penerbangan, nama mereka pasti akan dicoret duluan karena pengetahuan dan kemampuan yang kalah jauh dari pelamar kerja lainnya. Tentu permasalahan ini sungguh tidak diharapkan.

Bagaimana dengan Perkasa Flight School sendiri? Untuk masalah instruktur, tidak perlu dikhawatirkan karena semua instruktur yang ada sudah sangat berpengalaman dan memiliki banyak jam terbang. Mereka sudah terlatih dan mampu menghandle banyak siswa sekaligus. Di samping itu, mereka juga tidak melakukan pemungutan uang liar kepada seluruh kadet.